Home
Tanya Jawab Keislaman PDF Print E-mail
Written by Administrator , Friday, 16 March 2012 04:24

Setiap pertanyaan yang masuk akan akan kami jawab dan di publish di akhir bulan.

Tanya Jawab Keislaman

Required *

  Refresh Captcha  
 

Tanya  : Assalammu’alaikum wr.wb, pak ustad saya mau tentang solat , apakah orang yang sakit mendapatkan keringanan untuk tidak sholat ? apakah sholatnya bisa di qodo (diganti di hari yang lain) ?

Udin , Jakarta

Jawab : 

Wa’alaikumussalam, Saudara Udin yang kami hormati. Bahwa sholat bagi orang islam yang mukallaf (yang telah memiliki kewajiban) adalah suatu ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun selama orang tersebut masih dalam keadaan sadar, termasuk ketika sedang sakit, maka orang dalam keadaan sakitpun tetap wajib menjalankan sholat. Memang ketika seseorang dalam keadaan sakit terdapat rukshoh (keringanan) tetapi keringanan yang dimaksud bukan meninggalkannya,  tetapi tatap harus menunaikan ibadah sholat, hanya saja dalam pelaksanaanya sesuai dengan kondisi dan kemampuan, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taghobun ayat 16 yang artinya “Maka bertaqwalah kepada Allah menurut kesanggupannya”  Dan Sabda Rasululloh SAW yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya “Sholatlah kamu dengan berdiri, jika tidak sanggup hendaklah kamu sholat sambil duduk, jika tidak sanggup hendaklah sholat sambil berbaring”  Demikian wallahu a’lam.

Tanya  :  Pak Ustad, bagaimana caranya anak yang tidak mau mengaji , apakah boleh dipukul ? anak saya susah sekali untuk disuruh mengaji , senangnya menonton TV saja

Seorang Bunda di Jakarta

Jawab :

Dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, Allah menyuruh kita untuk menjaga diri kita dan keluarga (termasuk Anak) dari api neraka, maka kita semua mempunyai tanggung jawab dan kewajiban agar menjadikan anak-anak kita senantiasa menjadi anak yang sholeh dan sholehah, termasuk menyuruh anak kita untuk belajar terutama belajar agama (mengaji), Ibu...susah bukan berarti tidak bisa, dan semua anak memiliki sifat yang sama, senang bermain, nonton TV dll, namun demikian kita tetap harus mengarahkan anak kita dengan cara  pola asuh “autoriratif” yaitu mendorong anak untuk mandiri, tapi orang tua tetap menetapkan batas dan kontrol. Orang tua biasanya bersikap hangat, dan penuh welas asih kepada anak, bisa menerima alasan dari semua tindakan anak, mendukung tindakan anak yang konstruktif. Dampak yang ditimbulkan adalah dampak yang baik, yaitu : anak akan merasa bahagia, mempunyai kontrol diri dan rasa percaya dirinya terpupuk, bisa mengatasi stress, punya keinginan untuk berprestasi dan bisa berkomunikasi baik dengan teman-teman dan orang tua. Memukul dalam rangka pendidikan dibolehkan dalam islam, tetapi bukan untuk menyakiti, maka memukulnyapun tidak boleh bagian-bagian yang berbahaya (kepala, wajah, dada dll) tetapi pada bagian tertentu (bagian belakang) misalnya. Dan dengan cara memukul bukan menjadi pilihan pertama, tatapi menjadi pilihan terakhir, setelah melalui tahapan-tahapan pendidikan yang dilakukan tetapi tetap tidak mematuhinya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Surulah anakmu untuk melaksanakan sholat, pukullah apabila telah mencapai sepuluh tahun tetapi tidak mau melaksanakannya”  hadits ini memberikan pengertian kepada kita bahwa dibolehkannya memukul anak  dalam rangka pendidikan. Demikian, wallahu a’lam.

 

Last Updated on Friday, 30 March 2012 03:15
 
Jl. Raya Pondok Kopi
Jakarta Timur - Indonesia 13460
Phone : +62-21 8610471 - 8630654
Fax : +62-21 861-1101
Email : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id